PDIP Ponorogo mendatangi Mapolres Ponorogo untuk mendukung kepolisian dalam rangka pengusutan atas kejadian pembakaran bendera

0
5

WARTAPONOROGO.COM: Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ponorogo mendatangi Mapolres Ponorogo untuk mendukung kepolisian dalam rangka pengusutan atas kejadian pembakaran bendera PDIP, Senin(30/06/2020).

Puluhan kader PDIP Ponorogo tersebut terdiri dari pengurus PAC, DPC dan anggota DPRD Kabupaten Ponorogo.

Dalam kesempatan tersebut Ketua DPC PDIP Ponorogo Bambang Juwono ada keperluan lain sehingga diwakilkan kepada sekretaris DPC PDIP Ponorogo Johan Bachtiar Rifai, untuk menyerahkan laporan yang berisi:

1. Bahwa, Bendera merupakan simbol identitas dan kehormatan bagi anggota, simpatisan dan pemilih PDI Perjuangan di seluruh Indonesia, termasuk yang berada di luar negeri.

2. Bahwa, oleh sebab itu, maka tindakan pembakaran bendera tersebut merupakan tindakan yang merusak harga diri dan kehormatan Partai. Tindakan itu seolah dilakukan dengan sengaja untuk memprovokasi terjadinya bentrokan dan kerusuhan di masyarakat. Hal ini tentu tidak boleh dibiarkan.

3. Bahwa, PDI Perjuangan bukanlah partai yang berideologi komunis seperti yang selalu dilekatkan kepada kami. PDI Perjuangan adalah Partai yang berideologikan Pancasila sebagai dasar negara dan falsafah hidup bangsa sehingga satu tarikan nafas dengan ruh perjuangan kami.

4. Bahwa, sebagai Partai yang menjunjung tinggi prinsip-prinsip negara hukum dan demokrasi, maka dengan ini kami, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ponorogo, melaporkan dan menuntut agar dilakukan pengusutan secara tuntas hingga pelakunya diadili dan dipidana sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

5. Bahwa, agar insiden serupa jangan sampai terulang lagi di seluruh wilayah tanah air, untuk itu PDI Perjuangan Kabupaten Ponorogo mendukung sepenuhnya Kepolisian Republik Indonesuia untuk mengambil langkah preventif agar situasi dan kondisi tetap kondusif dan produktif memasuki new-normal di masa pandemi COVID-19 dari PDIP.

Dengan kedatangan puluhan kader PDIP tersebut, Kapolres Ponorogo AKBP Mochammad Nur Azis mengatakan,” hari ini pengurus PDIP Ponorogo menyerahkan format yang sifatnya harus ditindaklanjuti yaitu kejadian yang pernah terjadi di Jakarta beberapa waktu lalu terkait adanya pembakaran simbol-simbol PDI Perjuangan. Dari sini pengurus PDIP Ponorogo memberikan dukungan kepada kepolisian, khususnya Polres Ponorogo untuk mengusut lebih lanjut, dan nanti akan kita sampaikan ke tingkat lebih atas yaitu Polda dan Mabes Polri,”ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris DPC PDIP Ponorogo Johan Bachtiar Rifai ditemui usai acara mengatakan,”hari ini bersama dengan jajaran pengurus baik dari PAC dan DPC serta sejumlah anggota DPRD Kabupaten Ponorogo dari fraksi PDIP datang ke Polres Ponorogo terkait dengan terjadinya pembakaran simbol-simbol partai yang terjadi pada 24 Juni 2020 di Jakarta kemarin. Memang kita tidak bisa menyampaikan format laporan seperti yang di Jakarta, karena locus delicty nya di Jakarta. Kemudian kita tidak mempunyai saksi-saksi, maka yang kita lakukan saat ini adalah lebih kepada meminta kepolisian untuk mengusut tuntas siapa yang melakukan pembakaran terhadap simbol partai dan siapa dalang di balik itu,”ucapnya.

Dengan kedatangan puluhan kader dan pengurus tersebut, Johan Bachtiar menambahkan,”harapan kami jangan sampai Kepolisian Indonesia khususnya Polres Ponorogo lengah, hingga terjadi hal seperti itu, dan diharapkan Polres Ponorogo bisa mengambil tindakan preventif agar tidak terjadi hal serupa di Ponorogo,”pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here