Srikandi PDIP, Bunda Rita Dinobatkan Sebagai Biyungnya Jaranan Thek Ponorogo

0
127

PONOROGO – Tampak ribuan pasang mata menyaksikan penampilan ratusan seniman Jaranan Thek Ponorogo dalam rangka peringatan ulang tahun ke 4 ISJTP (Ikatan Seni Jaranan Thek Ponorogo) di Monumem Bantarangi, Desa Somoroto, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Minggu (19/1/2020).

Lebih istimewa lagi disela-sela penampilan Jaranan Thek tersebut, Bunda Rita sapaan Lisdyarita pengusaha sukses asal Ponorogo dinobatkan sebagai Biyung-nya seni Jaranan Thek Ponorogo.

Bunda Rita saat ini menjabat Wakil Ketua Bidang Ekonomi DPC PDIP Ponorogo tersebut dinilai peduli terhadap Seni Tradisional termasuk Seni Jaranan Thek Ponorogo.

Disela-sela acara, Mbak Yuli sapaan akrab Yuli Romawati selaku Ketua IJTP menyampaikan bahwa acara yang digelar merupakan peringatan Harlah (Hari Lahir)-nya Ikatan Seni Jaranan Thek Ponorogo (ISJTP). “Acara ini digelar sebagai wujud komitmen dalam melestarikan seni budaya yang ada di Ponorogo, di usianya yang ke-4 terus menunjukkan eksistensinya,” terang Yuli Romawati.

Dia memaparkan bahwa pengukuhan Bunda Rita sebagai Biyung-nya Seni Tradisional Jaranan Thek Ponorogo karena dinilai memiliki peran dalam melestarikan kesenian Jaranan Thek Ponorogo di tengah kemajuan jaman saat ini. “Yang pasti Bunda Rita kita kukuhkan sebagai Biyung-nya Seni Jaranan Thek Ponorogo, karena Bunda Rita memang memberikan perhatian kepada kami, membina dan juga mengayomi,” jelasnya.

Bunda Rita saat gelaran Harlah ke 4 ISJTP tidak ada di Ponorogo karena urusan penting dan berada di Jakarta mengaku kaget. “Kami menyampaikan ucapan terima kasih karena mendapatkan suatu penghargaan yang dinobatkan sebagai Biyung-nya Jaranan Thek Ponorogo. Sebenarnya saya ingin mengangkat semua seni budaya yang ada di ponorogo, agar bisa menarik wisatawan baik lokal maupun internasional,” aku Bunda Rita.

Dia menambahkan saat ini pihaknya mempunyai komitmen dalam memberikan dukungan upaya pelestarian terhadap semua kebudayaan lokal. Karena kedekatannya dengan Para Pelaku Seni Jaranan Thek, dirinya memberikan motivasi semangat kepada Para Pemuda pemudi untuk terus berkreasi dan berinovasi. “Saya dulu dengan Reyog Putri, kali ini saya ingin mengangkat Jaranan Thek, karna Jaranan Thek selama ini masih dipandang sebelah mata, maka dari itu saya ingin Jaranan Thek ini bagaimana bisa menampilkan inovasi dan kreasi lagi sehingga bisa lebih menarik dan maju lagi,” paparnya.

Meskipun tidak bisa hadir dalam acara tersebut tetapi Bunda Rita mengaku menonton jarak jauh. “Alhamdullillah sekitar 250 anak muda atau kaum milenial resmi ikut melestarikan kebudayaan jaran thek ini,” bebernya.

Pun tak lupa, Bunda Rita berharap Kesenian Jaranan Thek tidak hanya menjadi kesenian lokal namun juga menjadi kesenian yang dikenal dikancah nasional bahkan internasional. “Kami berharap, kesenian ini bisa lebih terangkat lagi, semakin inovatif, dan berkembang di Ponorogo sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi kaum muda milenial dan juga wisatawan untuk datang ke Ponorogo,” pintanya.

Masih menurut Bunda Rita, saat ini keterlibatan Pemkab Ponorogo dalam pelestarian kesenian ini dituntut untuk semakin mengembangkan kesenian jaranan thek dan menjadikanya sebagai salah satu ikon Bumi Reyog juga. “Peran aktif Pemkab Ponorogo sangat di perlukan (khususnya bidang Seni Budaya dan Pariwisata) bisa lebih membina, merawat, mempromosikan dan melestarikan karena ini adalah salah satu kekayaan kita,” pungkasnya. (Muh Nurcholis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here